Thursday, January 17, 2008

Usman dan Opor ayam

Siang, 21 Okt2006..
Kejadian waktu itu punya arti banget buat aku, sedih rasanya kalau inget itu..kalimat yang aku dengar siang itu dan masih terngiang sampai hari ini.."..abdi mah mun hoyong kupat sareng opor weh Tehh..." -- ("..saya cuma pengen ketupat dan opor saja Teh.."). Allah pasti pengen kasi pesen sama aku dengan kjadian siang tadi, kenapa harus aku yang berhadapan dengan beberapa anak kecil itu?, kenapa aku punya keinginan untuk berhenti beli barang dagangannya?, kenapa aku bertanya tentang kehidupan anak-anak itu?, yang akhirnya buat aku semakin menyadari betapa beruntungnya aku dimasa kecil!. Bukan aku tidak pernah melihat aktifitas mreka berdagang di sekitar gedung sate Bandung, setiap kali aku melintas gedung sate, setiap kali itu juga aku sering melihat mereka..bahkan sampai aku tau dimana mereka beristirahat didaerah itu. Nggak tega!, sampai aku pernah berusaha menghindari mlewati jalur itu cuma untuk tidak melihat anak-anak itu.

Beberapa hari lalu, aku melewati daerah Gedung Sate bareng Natalie, waktu itu kita lihat mereka sedang berdagang, saat itu komentar aku dan Natalie sama.." gw nggak tega liatnya!", "duh..pasti berat kan, nanggung-nanggung -- memanggul barang itu, coet (ulekan dr batu/cobek) kan berat..., pasti pertumbuhan badan mereka nggak sempurna deh..dari kecil sudah seperti itu kerjaanya dan cape pasti, mereka masih kecil". Seharusnya mereka sedang bermain dengan teman sebayanya, bukan seperti yang sedang aku lihat.

Dan hari itu, rencanaku hanya ingin pergi beli buku bacaan dan sedikit putar-putar Bandung. Paling tidak Bandung sedikit lengang, mungkin penghuni dan pendatang mulai berangkat mudik lebaran=), nice situation dan nggak tau kenapa pengen lewat jalur gedung sate itu dan nggak tau kenapa juga ahirnya aku berhenti..dan memanggil salah satu dari mereka, anak kecil itu tersenyum sambil menghampiri.." beli Coet nya teh..", sebelum aku jawab pertanyaannya, aku hujani dia dengan pertanyaan, kenapa mereka masih jualan?, lebaran dimana?, kenapa jualan ini?, kalian puasa ga?, orang tuanya dimana?, barang dagangan dari mana?, harus setor berapa?, kalian ga cape?...dan masih banyak lagi...beberapa anak menghampiri aku lagi, sedikit banyak ahirnya mereka berkeluh kesah.."cape teh, sabenerna mah..tapi da kumaha deui.." (" cape sebenernya, tapi mau bagaimana lagi"), "tapi reseup abdi mah teh, jualan kieu teh, bari lalajoan.." ("tapi saya seneng, jualan ini sambil main-main..").. Ya Allah, pengen banget deh beli semua yang mereka jual saat itu, dan suruh mereka pulang saat itu..dan pengen banget marah! karena ternyata mereka di organisir oleh seorang Ibu!. Kenapa harus anak kecil!duh...masih usia Sekolah Dasar.. kurus!, kucel, keringet dimana2 dan aku coba untuk angkat tanggungan yang isinya barang dagangan mereka, dan hasilnya BERAT!..dapet kekuatan dari mana mereka untuk nanggung barang itu dipundak mereka..atau kekuatan datang dari keterpaksaan karena memang harus dapet "makan" dengan cara itu. Aku beli 3 Cobek, nggak tau deh buat apa dirumah, aku beli dari masing2 anak..ada sekitar 7 anak sebenarnya, tapi yang lain masih keliling.. Aku tanya, pengen apa mereka di hari lebaran nanti..salah satu dari mereka menjawab, " abdi mah mun hoyong kupat sareng opor weh teh.."..ga tau mereka ngomong apa lagi..tapi ucapan Usman tadi dan anggukan temannya langsung terekam dan terus di ulang2 di otak!..hanya itu yang mereka pengen!..KETUPAT DAN OPOR!..hampir ga percaya, mereka belum pernah rasain ketupat dan opor!..kesekian puluh kali aku rasain nikmatnya ketupat dan opor di rumah!..mereka belum sama sekali!.. aku pikir mereka akan minta angpao/uang lebaran atau sarung baru atau peci baru atau apapun...ya ampun..semoga mereka dilindungi oleh-Nya.. siang itu aku meerasa dapat tamparan keras dari seorang anak kecil..sedih banget. Saat itu juga, aku merasa ada yang salah sama aku, tiba-tiba aku jadi sensitif banget.."KETUPAT DAN OPOR!"...hanya itu yang mereka pengen, yang Usman pengen!..menyesal!, aku lupa..nggak tanya, dihari lebaran nanti mereka berjualan atau tidak, aku mau bawa ketupat dan opor buat mereka. Ya Allah, beri aku kelapangan hati dan rasa syukur yang berlimpah atas apa yang Kau beri padaku hingga detik ini... cita-cita mereka mungkin kecil buat kita, tapi itu satu cita-cita besar buat mereka..mereka ingin "ketupat dan opor!

Bandung, Indonesia06

-Sya

No comments: