
Beberapa minggu terakhir ini , hampir setiap hari saya banyak membaca tulisan-tulisan bagus dari orang-orang bijak diluar sana dan sering juga dapat email yang isinya bisa membuka hati, menenangkan hati, mengasah hati, jadi ngingetin tentang beberapa sikap yang saya lakukan.. ternyata itu suatu kekhilafan dan sepertinya nggak tepat dilakukan. Mungkin sikap yang atau tindakan atau pikiran yang dianggap tepat buat kita, belum tentu tepat dan baik untuk orang lain. Tulisan-tulisan yang saya baca itu ada beberapa dari teman-teman dekat malah ada dari orang-orang yang nggak saya kenal sekalipun, benar-benar membuat saya belajar banyak. Kadang ada yang berlomba-lomba buat ngasah otak, sampai pintar.. tapi sayang, nggak dibarengi sama ngasah hati, akhirnya kurang perduli lingkungan sekitar, terlalu sering mengomentari kesalahan-kesalahan yang ada di luar sana dan diluar diri, tapi..pernah nggak mengomentari kesalahan-kesalahan pribadi yang ada?. Hal-hal kayak gitu juga yang buat saya banyak introspeksi diri=)..
Salah satu tulisan yang saya baca minggu ini, mungkin ini tentang penyakit hati.. dan lagi, saya mengambil nilai positif dari tulisan ini.
Pernah membaca artikel menarik tentang
teknik berburu monyet di hutan-hutan Afrika?. Caranya
begitu unik. Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu
menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa
cedera sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu.
Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan
percobaan atau binatang sirkus di Amerika.
Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya
menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples
itu diisi kacang yang telah diberi aroma.
Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang.
Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam
tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa
tutup.
Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya,
mereka tingal meringkus monyet-monyet yang tangannya
terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan. Kok,
bisa? Tentu kita sudah tahu jawabnya. Monyet-monyet
itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap
toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk
mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena
menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa
menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan
kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak.
Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi,
monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana!
Teman, kita mungkin akan tertawa melihat tingkah bodoh
monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenamya kita
mungkin sedang menertawakan diri sendiri. Ya, kadang
kita bersikap seperti monyet-monyet itu. Kita
mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki
layaknya monyet mengenggam kacang. Kita sering
mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah
melepaskan maaf.
Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih
ada di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya.
Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa
"toples-toples" itu ke mana pun kita pergi, dan tetap
merasa kita sudah bertindak paling benar dan orang lain salah.
Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan.
Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap
penyakit hati yang akut atau sudah mengkronis. Sadarkah?
Sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat kalau
mau membuka genggaman tangannya. Dan, kita pun akan
selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau
melepas semua "rasa tidak enak" terhadap siapapun yangteknik berburu monyet di hutan-hutan Afrika?. Caranya
begitu unik. Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu
menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa
cedera sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu.
Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan
percobaan atau binatang sirkus di Amerika.
Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya
menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples
itu diisi kacang yang telah diberi aroma.
Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang.
Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam
tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa
tutup.
Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya,
mereka tingal meringkus monyet-monyet yang tangannya
terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan. Kok,
bisa? Tentu kita sudah tahu jawabnya. Monyet-monyet
itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap
toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk
mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena
menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa
menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan
kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak.
Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi,
monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana!
Teman, kita mungkin akan tertawa melihat tingkah bodoh
monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenamya kita
mungkin sedang menertawakan diri sendiri. Ya, kadang
kita bersikap seperti monyet-monyet itu. Kita
mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki
layaknya monyet mengenggam kacang. Kita sering
mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah
melepaskan maaf.
Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih
ada di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya.
Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa
"toples-toples" itu ke mana pun kita pergi, dan tetap
merasa kita sudah bertindak paling benar dan orang lain salah.
Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan.
Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap
penyakit hati yang akut atau sudah mengkronis. Sadarkah?
Sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat kalau
mau membuka genggaman tangannya. Dan, kita pun akan
selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau
berinteraksi dengan kita. Dengan begitu kita akan
mendapati hari esok begitu cerah, lebih baik, tanpa tekanan, relaks dan menghadapinya
dengan senyum. Dan, kita pun tahu surga itu
diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya bersih.
So, masih mau membawa "toples-toples" itu kemana-mana?
mudah-mudahan dari semua tulisan-tulisan yang pernah kita baca dari siapapun itu, nggak perlu mikir dulu itu orang yang baik atau nggak, terkenal atau nggak, pejabat atau bukan, dia punya fisik Ok atau mungkin sebaliknya, atau apapun itu. Tapi, paling nggak tulisan-tulisannya punya good value dan mungkin bisa jadi inspirasi buat orang lain berubah positif. (^_^)..mendapati hari esok begitu cerah, lebih baik, tanpa tekanan, relaks dan menghadapinya
dengan senyum. Dan, kita pun tahu surga itu
diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya bersih.
So, masih mau membawa "toples-toples" itu kemana-mana?
-Sya
No comments:
Post a Comment